Monday, June 30, 2014

The Make-Up Session

We're getting fight, we're getting better. Is it true?

Halo!
Sudah lama sekali tidak mempost apapun di blog cantik ini.
I am not running away, anyway. Just too busy with my life and so on :)

Well, karena blog terakhir saya mengisahkan tentang pertengkaran terburuk dalam 5 tahun rumah tangga saya, boleh lah ya berbagi kesimpulan tentang apa yang sudah terjadi.

Jadi begitulah semua pertengkaran berakhir.
Semua kembali seperti semula, kecuali SAYA.

I am not the person I used to be before that worst moment happen on my life.
I've changed. A lot.

Pernah satu saat saya baca tulisan yang cukup mengena di hati saya ketika itu;
" kepercayaan itu ibarat kertas putih yang masih baru. Sekali kita hancurkan, tidak akan pernah benar-benar kembali seperti semula"

And I think that's what really happen to me.
Saya terus mengalami trauma. Trauma untuk percaya bahwa keadaan rumah tangga saya sudah sepenuhnya baik-baik saja. Saya semakin menjadi orang yang skeptis terhadap kehidupan rumah tangga saya.
Benar-benar momen yang menghancurkan hati.

Sedih sekali jika mengingat tidak sedikitpun apa yang sudah terjadi terlepas dari benak meski hanya untuk sepersekian detik. Semua masih terlalu tidak nyata dan tidak ada celah untuk penerimaan atas apa yang sudah saya alami.
Keadaan ini diperburuk dengan respon dari Mr.R (silahkan baca The Mother untuk tahu siapa beliau ini ) yang juga tidak bisa menerima perubahan yang terjadi terhadap diri saya,  padahal mungkin bisa dibilang Mr. R hanya bingung bagaimana menyikapi perubahan sikap saya yang drastis karena kita berdua jelas mengetahui tidak ada satu diantara kita yang mampu memutarbalikkan waktu dan memperbaiki hal yang memang sudah seharusnya dilakukan dari awal.

Saya tiba pada sebuah penjelasan ; Kami berdua sama-sama frustasi.
Banyak pertengkaran yang harus terjadi atas apa yang sudah berlalu dan jelas kita berdua tidak bisa memperbaiki apa yang sudah berlalu bukan?

Semua seperti menjadi buruk.

Saya hampir tidak percaya, satu noda dalam rumahtangga yang kami bina bisa berdampak besar dan buruk sekali.

Keadaan seakan terus memburuk meskipun kami sudah mencoba melakukan beberapa hal untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama.
Namun pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi seperti lingkaran setan yang tidak pernah habis.

Tapi di suatu hari perenungan saya, saya sadari bahwa hubungan kami tidaklah memburuk,
namun mengalami peningkatan,
dan itu semua hanya masalah sudut pandang yang saya buat;

Kami berbagi segala solusi untuk semua masalah yang kami buat.
    Kami berbagi segala kejujuran ; menyakitkan ataupun tidak.
         Kami berbagi segala perasaan; segala kesedihan dan kebahagiaan.
              Kami berbagi lebih dari yang selama ini kami sudah lakukan.

Kami berbagi apa yang kami sebut dengan RUMAHTANGGA.

jadi apa sebenarnya pertengkaran yang sudah kami lalui jika semua berujung baik?
Sampai di titik itu, saya menyadari;

Ini hanyalah sebuah proses; proses yang harus dilewati dalam masa sulit.
Untuk menguji seberapa besar kasih sayang yang kita miliki untuk satu sama lain.

Memang banyak pertengkaran yang terjadi, tapi semua selalu berakhir dengan baik.
Tidak pernah ada penyelesaian yang buruk diantara semua pertengkaran itu. Yang ada hanya semakin memahami satu sama lain melalui semua pertengkaran yang terjadi.

Bukankah memang begitu seharusnya?
Membicarakan pernikahan, bukan seperti membicarakan kisah kasmaran semisal pacaran semata;

Talking about marriage means you are talking about your whole life.
You can not just stop like that or expecting that everything will be perfect all the times.
But you can try to learn, understand then accept that it will be always pain in your way,
until you have a peaceful mind and see that it will be a long complicated way ahead but somehow you can manage that.
We wont surrend our choice, our marriage, and our life because

Our love is more than that, and that's what we know.

Ada penjelasan mengapa kita masih bersama setelah apa yang kita hadapi.
Dan itu yang utama.

Saya bersyukur Tuhan memberikan saya pikiran yang baik, karena hanya itu yang saya butuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik,

"Dont forget that you shape your own world with your own mind"

Jadi percayalah, meski ada banyak alasan untuk menyerah; lebih banyak lagi alasan untuk bertahan.

So,
We're getting fight, we're getting better. It is true.




3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Fighting!!
    *nyuruh berantem :p*

    Conflicts between you two are what make you botFighting!!
    *nyuruh berantem :p*

    Conflicts between you two are what make you both stronger, eh ^^

    ReplyDelete
  3. And it has been 6 years. We both know how the story ends now Nur. There IS indeed, a problem that can't never be resolved unless we turn back time.

    One day you open this; you will see my reply here and feel something. That is what weird about life :)

    ReplyDelete