Monday, June 30, 2014

The Make-Up Session

We're getting fight, we're getting better. Is it true?

Halo!
Sudah lama sekali tidak mempost apapun di blog cantik ini.
I am not running away, anyway. Just too busy with my life and so on :)

Well, karena blog terakhir saya mengisahkan tentang pertengkaran terburuk dalam 5 tahun rumah tangga saya, boleh lah ya berbagi kesimpulan tentang apa yang sudah terjadi.

Jadi begitulah semua pertengkaran berakhir.
Semua kembali seperti semula, kecuali SAYA.

I am not the person I used to be before that worst moment happen on my life.
I've changed. A lot.

Pernah satu saat saya baca tulisan yang cukup mengena di hati saya ketika itu;
" kepercayaan itu ibarat kertas putih yang masih baru. Sekali kita hancurkan, tidak akan pernah benar-benar kembali seperti semula"

And I think that's what really happen to me.
Saya terus mengalami trauma. Trauma untuk percaya bahwa keadaan rumah tangga saya sudah sepenuhnya baik-baik saja. Saya semakin menjadi orang yang skeptis terhadap kehidupan rumah tangga saya.
Benar-benar momen yang menghancurkan hati.

Sedih sekali jika mengingat tidak sedikitpun apa yang sudah terjadi terlepas dari benak meski hanya untuk sepersekian detik. Semua masih terlalu tidak nyata dan tidak ada celah untuk penerimaan atas apa yang sudah saya alami.
Keadaan ini diperburuk dengan respon dari Mr.R (silahkan baca The Mother untuk tahu siapa beliau ini ) yang juga tidak bisa menerima perubahan yang terjadi terhadap diri saya,  padahal mungkin bisa dibilang Mr. R hanya bingung bagaimana menyikapi perubahan sikap saya yang drastis karena kita berdua jelas mengetahui tidak ada satu diantara kita yang mampu memutarbalikkan waktu dan memperbaiki hal yang memang sudah seharusnya dilakukan dari awal.

Saya tiba pada sebuah penjelasan ; Kami berdua sama-sama frustasi.
Banyak pertengkaran yang harus terjadi atas apa yang sudah berlalu dan jelas kita berdua tidak bisa memperbaiki apa yang sudah berlalu bukan?

Semua seperti menjadi buruk.

Saya hampir tidak percaya, satu noda dalam rumahtangga yang kami bina bisa berdampak besar dan buruk sekali.

Keadaan seakan terus memburuk meskipun kami sudah mencoba melakukan beberapa hal untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama.
Namun pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi seperti lingkaran setan yang tidak pernah habis.

Tapi di suatu hari perenungan saya, saya sadari bahwa hubungan kami tidaklah memburuk,
namun mengalami peningkatan,
dan itu semua hanya masalah sudut pandang yang saya buat;

Kami berbagi segala solusi untuk semua masalah yang kami buat.
    Kami berbagi segala kejujuran ; menyakitkan ataupun tidak.
         Kami berbagi segala perasaan; segala kesedihan dan kebahagiaan.
              Kami berbagi lebih dari yang selama ini kami sudah lakukan.

Kami berbagi apa yang kami sebut dengan RUMAHTANGGA.

jadi apa sebenarnya pertengkaran yang sudah kami lalui jika semua berujung baik?
Sampai di titik itu, saya menyadari;

Ini hanyalah sebuah proses; proses yang harus dilewati dalam masa sulit.
Untuk menguji seberapa besar kasih sayang yang kita miliki untuk satu sama lain.

Memang banyak pertengkaran yang terjadi, tapi semua selalu berakhir dengan baik.
Tidak pernah ada penyelesaian yang buruk diantara semua pertengkaran itu. Yang ada hanya semakin memahami satu sama lain melalui semua pertengkaran yang terjadi.

Bukankah memang begitu seharusnya?
Membicarakan pernikahan, bukan seperti membicarakan kisah kasmaran semisal pacaran semata;

Talking about marriage means you are talking about your whole life.
You can not just stop like that or expecting that everything will be perfect all the times.
But you can try to learn, understand then accept that it will be always pain in your way,
until you have a peaceful mind and see that it will be a long complicated way ahead but somehow you can manage that.
We wont surrend our choice, our marriage, and our life because

Our love is more than that, and that's what we know.

Ada penjelasan mengapa kita masih bersama setelah apa yang kita hadapi.
Dan itu yang utama.

Saya bersyukur Tuhan memberikan saya pikiran yang baik, karena hanya itu yang saya butuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik,

"Dont forget that you shape your own world with your own mind"

Jadi percayalah, meski ada banyak alasan untuk menyerah; lebih banyak lagi alasan untuk bertahan.

So,
We're getting fight, we're getting better. It is true.




Wednesday, September 18, 2013

What Love Means

Seminggu belakangan ini,  saya sedang berada pada titik terendah dalam hidup saya. Baik dalam kehidupan kerja maupun kehidupan berumahtangga yang saya jalani.
Tidak perlu lah ya saya menceritakan secara mendetail permasalahan yang saya alami.  Disamping cerita itu begitu panjang, sulit merangkum sesuatu yang hanya bisa dirasakan.
Yah intinya permasalahan itu begitu kompleks sehingga membuat saya keluar dari rumah dan mempertanyakan banyak hal.  Terutama mengenai definisi cinta dan maknanya.
Dan akhirnya pelarian saya berujung pada kesimpulan yang cukup menarik untuk saya bagi dengan orang lain;

Apa sih definisi cinta itu?
Apa sih makna cinta itu?

Ribuan bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu,  cinta itu sudah ada dalam kehidupan manusia.  Terutama ketika Adam bertemu dengan Hawa.
Dan manusia mulai belajar mendefinisikan cinta sejak saat itu.
Ternyata,  jutaan tahun berjalan pun manusia tetap tidak bisa menemukan definisi cinta yang hakiki.

Kompleks ya?

Lalu apakah kita hanya akan mencintai orang yang memiliki definisi akan cinta yang sama dengan kita saja?
Buat saya,  jelas mencintai orang yang memiliki pemahaman yang sama dengan definisi cinta yang saya punya akan jauh lebih mudah untuk dijalani.
Namun pada akhirnya bukan kita yang menentukan siapa yang akan kita cintai,  karena ternyata kita bisa mencintai siapa saja yang hadir dalam kehidupan kita.  Jadi tetap saja kita bisa mencintai orang tersebut meski kita sadari pemahaman akan cinta diantara kita berbeda. Dan tidak jarang hubungan dalam perbedaan ini berjalan abadi,  terlepas dari seberapa banyak cobaan dalam menjalaninya.

Mengapa bisa?

Karena sesungguhnya cinta itu hadir dalam jutaan definisi dan cara yang berbeda. Tidak ada cinta yang benar atau cinta yang salah karena tidak ada definisi sejati mengenai cinta.
Yang ada hanya saling mengerti perbedaan definisi cinta yang ada. 

Di suatu tempat,  ada seseorang yang mendefinisikan cinta sebagai “saling membahagiakan” dan di tempat yang lain ada seseorang yang mendefinisikan cinta sebagai “tidak menyakiti” dan banyak lagi definisi lainnya di luar sana. Dan di suatu ketika pula,  saat Tuhan mempertemukan kita dan menyatukan kita dengan orang yang memiliki pandangan yang sangat bertentangan dengan kita mengenai cinta,  itu bukan berarti bahwa hubungan itu sudah ditakdirkan untuk berakhir.  Namun Tuhan menghadiahi kita dengan perbedaan yang akan luar biasa indah ketika bisa kita pahami.

Lalu bagaimana bisa kita memahami perbedaan?

Jelas,  kesepahaman tersebut adalah pilihan.  Ketika kita merasakan cinta dalam diri seseorang tetapi di sisi lain segala hal yang ada dan logika berkata bertentangan,  dan pada akhirnya kita memutuskan untuk percaya pada cinta yang kita rasakan,

Itulah saat kita memaknai cinta.
Dan kita akan merasakan betapa indahnya.

"Jelas cinta memiliki jutaan definisi,  tapi sadarilah hanya ada satu makna cinta dan itu hanya bisa kita rasakan di dalam hati."

Setelah itu saya kembali ke rumah dengan perasaan yang benar-benar berbeda.  Saya bersyukur atas segala perbedaan yang Tuhan ciptakan.  Karena perbedaan itulah yang membawa saya kepada makna cinta,  bukan hanya sekedar definisi saja.

Don't miss the little beautiful thing;  that people love in such different way.

Nb:  thanks to my besties, Noor and Jae,  that always remind me of what kindness really means.
Thanks to my mom for always remind me that i'm a clever person and by that I should act and think clever.
And thanks and big love for my husband to always being patient on me and loving me as always.

Wednesday, September 4, 2013

Persona : The Japan Lovers

It's all start from "Doraemon" and  "Pank Ponk" ...

Dulu -mungkin sekitar tahun 1998an, saya sering banget maen kerumah sepupu yang ngga jauh dari rumah. Kebetulan sepupu saya (yang lebih tua usianya) punya hobi ngoleksi komik. Secara saya cucu paling muda dari pihak mama, pasti nganggep sepupu yang lebih tua itu sebagai rollmodel. Timbul lah niatan untuk ikut-ikutan mengoleksi komik (kalo dipikir-pikir, saya ga asik ya saat itu). Jadilah saya membeli komik saya yang pertama yaitu "Doraemon" dan "Pank Ponk".

Dari sana saya mulai tekun mengoleksi komik. Beli komik tiap bulan secara gitu ya komik di masa itu enggak membanjir kayak sekarang. Paling juga sebulan cuma ad 5 terbitan baru. Jadi ya saya bisa hafal tuh nama-nama pengarang komik di era itu dan beli semua komik yang terbit di bulan itu. Dari sana, kegemaran saya ngegambar manga dimulai. Hampir tiap hari saya, saya isi dengan ngehasilin gambar anime butut ala anak-anak, hahahaa. And it was where my love to anime began.

                                        **********************

And it continues to "Final Fantasy Series" ...

Console pertama yang saya punya itu adalah super nintendo (deuh, kangen maen Mario Bros nih) yang dbeliin sama papa saya sepulang dari New Zealand. Beliau bilang itu console lagi nge-hits banget disana. Pas pertama kali maen, haduuuh adiktif banget deh! Sampe-sampe sering nangis gegara berebutan sama si papa waktu itu. (Please deh pa, masa lupa sama usia? Peace ah hehehee). Nah udah deh itu perkenalan pertama saya sama console (dan menjadi gamers juga hehee).

Makin beranjak usia, makin beranjak juga console di rumah. Akhirnya kenal "Final Fantasy" dari Playstation. Maen nya pertama tuh "Final Fantasy VIII". Woaah secara itu game genre baru buat saya, langsung terkesima lah saya persis kaya orang bego. Storyline nya, battle mode nya, ah udah deh perfect bgt! Dari situ saya mulai nyari tau tuh sejarah terciptanya game keren ini pluss pencipta soundtrack2 keren yang mendukung storyline game nya sendiri -Inget banget waktu ngotot maksa temen buat suka Final Fantasy, hahahaa. Dari sana saya mulai obsessed  buat nyari tau dan pergi ke negeri sakura mengunjungi kantor pendiri Squaresoft sebagai pencipta Final Fantasy ini. Dan ini lah titik balik saya terobsesi dengan Jepang setelah tau budaya mereka, keindahan negara mereka daaan semuamuamuanyaaa!!!
                   
            And it was the time I put my whole heart for Japan.

                                        **********************

And the love continues ...

Sekarang sudah 16tahun berjalan, but the love for Japan stay still as always. Pernah saya bekerja di perusahaan Jepang selama setengah tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. Di sana, saya punya 5 rekan kerja yang asli orang Jepang. Jelas saya seneng banget bisa ngobrol langsung sama mereka untuk berbagi pengetahuan tentang negara masing-masing. We're close enough as partner, more like a friend rather than co-worker. Senang bisa tahu banyak tentang Jepang dari kisah-kisah mereka. Well, i am not denying that I hope I can fly to Japan from that company :P.

Sekarang saya sudah ngga bekerja di perusahaan itu lagi. Tapi bukan berarti saya merasa jalan saya pergi ke Jepang menjadi tertutup. Saya dan dua sahabat saya (Ms. Jae dan Ms. Noor), sudah merencanakan liburan impian kita ke Jepang, which is will be on early 2014 and I hope everything will be more than fine for that !
Saya rasa itu lah yang namanya "impian" dan bukan hanya "mimpi". Karena mimpi hanya akan diraih dalam tidur saja;
      
tetapi impian itu, harus terlaksana bahkan setelah kamu selesai dengan tidurmu.

Dan disini lah saya, merencanakan kepergian saya meraih "impian" yang saya damba selama 16tahun. Saya berdoa semoga semua lancar, agar saya bisa punya sesuatu untuk dibagi di blog ini sepulang dari sana :) .

Who am i?
I am the Japan Lovers.


Tuesday, July 3, 2012

Persona ; The Movie Lover

As well-said before, I love movies. Banyak banget judul film yang udah saya tonton. And lots of them are meaningful and worth to share. Jadi saya bakal tulis judul-judul film yang menurut saya recommended dan I'd be pleased to have your question about it. Tentunya ngga semua judul yang pernah saya tonton bakal saya share  disini.  Only the magnificent ones aja :) and here is the list:

The Bucket List
The Bucket List Poster  Cast: Jack Nicholson, Morgan Freeman
Bucket list yang harus dipenuhi oleh 2 orang tua yang sudah tau umur mereka gakkan lama lagi. Very touchy.

Inception
Inception Poster  Cast: Leonardo Dicaprio, Joseph Gordon-Levitt, Ellen Page
Menanamkan ide melalui lapisan mimpi yang sudah direkayasa. Great story line and action.

Pursuit Of Happiness
The Pursuit of Happyness Poster  Cast : Will Smith, Jaden Smith
Based on true story. Kisah perjuangan seorang ayah demi kehidupan anak laki-lakinya.

The Prestige
The Prestige Poster Cast : Christian Bale, Hugh Jackman, Scarlett Johanson
Kisah 2 orang pesulap yang bersaing demi harga diri dan cinta.

Leap Year
Leap Year Poster Cast : Amy Adams, Matthew Goode
Matthew Goode nya suer keren banget, cowo abis edan. Kisahnya sendiri sangat romantis, ditunjang dengan pemandangan alam Irlandia yang keren dan dialog yang "jleb" banget, film ini memorable buat saya.

The Confession Of Shopaholic
Confessions of a Shopaholic Poster Cast : Isla Fisher, Hugh Dancy
Cerita si Gila Belanja dengan masalah yang dibawa melalui kebiasaan jeleknya itu. Well nothing awesome about this one. Tapi cerita ringannya ngga ngebosenin, cool! (saya uda baca serial novelnya sampe habis, keren!)

Up

Up Poster
Film animasi Pixar yang bikin saya nangis. Tentang seorang kakek yang dibantu bocah pramuka mewujudkan impian mantan istri sang kakek: memindahkan rumah mereka ke tebing airterjun.

Seven Pounds
Seven Pounds Poster Cast : Will Smith, Rosario Dawson
Kisah seorang pria yang memberikan "kado spesial" kepada 7 orang asing karena beban masa lalunya. Teach me how to share.

Curious Case Of Benjamin Button
The Curious Case of Benjamin Button Poster Cast : Brad Pitt, Cate Blanchett
Bagaimana menghadapi kehidupan yang berjalan terbalik; terlahir sebagai orangtua dan meninggal sebagai bayi? efek aging-manipulation nya keren banget! banyak quotes yang bisa diambil dari sini.

Hachiko
Hachiko: A Dog's Story Poster Cast : Ricard Gere
Based on true story also. Tentang kesetiaan seekor anjing bernama Hachiko terhadap majikannya. Dijamin nangis bombay bagi pecinta hewan.

Totoro (Ghibli Studio)

Tonari no Totoro Poster 
The simplicity of the story is good for our soul. Kadang-kadang kembali ke masa kanak-kanak itu sangat menenangkan.

Cinderella Man
Cinderella Man Poster Cast : Russell Crowe, Renee Zellweger
Kisah tentang mantan petinju yang berjuang untuk keluarganya, keren deh walau dramanya kental banget.

The Pianist
The Pianist Poster Cast : Adrien Brody
Film dimana Adrien Brody dapet Oscar sebagai pemeran utama pria terbaik dan termuda dalam sejarah perfilman Hollywood (2002). Tentang pianis Yahudi yang berjuang untuk bertahan hidup di masa perang dunia ke-2.

The Blindside
The Blind Side Poster Cast : Sandra Bullock
The story about the meaning of family. Very sweet. 

The Joneses
The Joneses Poster   Cast : Demi Moore, David Duchovny
Film ini storyline nya bagus dan mengajarkan betapa hidup berkemewahan itu tidak berarti bahagia.

Count Of Monte Cristo
The Count of Monte Cristo Poster Cast : Guy Pierce
Tell you what sweet revenge is, hahaa :D 


Okay, maybe we can update this page later. Masih ada lagi beberapa film yang magnificent buat saya yang mungkin belum sempat saya tulis disini. By the way, saya bakal seneng banget kalau ada pertanyaan seputar movies, sharing and all kind of it, just e-mail me di amosearissa@yahoo.com ya, I'll be waiting :)

Who Am I?
I'm The Movie Lover :) 





Persona ; The Mother

Saya ini tergolong menikah di usia muda. 19 tahun, itu usia saya ketika menikah dengan suami saya (kebelet? maybe :p). Usia 20 tahun saat saya dikarunia anak. Tepatnya di tahun 2009 (you can guess my born year). So, maybe we can start sharing from here. from April 30th 2009.

April, 30th 2009

Gede, buncit. Itulah saya hari ini. 9 bulan udah saya bawa ni perut sambil aktivitas. Kuliah, hang out, leyeh-leyeh, yaa semualah ya. Mau tau rasanya? CAPEK. PEGEL GILAK. But still it's fun.
Saya udah nikah setahun dengan suami saya (sebut saja Mr.R) tapi masih aja banyak yang mikir saya dihamili dan ditinggal kabur sama pria bangsat selayaknya sinetron-sinetron.
Hey, Wake Up. Saya kan cuma nikah muda, gausa lebay de. Ekstrem di masanya, tapi saya tau baik kok apa yang saya pilih dalam hidup saya. So sorry : No dramas.

Berjalan dengan teman-teman ke mall mungkin sudah menjadi panggilan jiwa saya. Ya saya masih 20 tahun saat itu (baca : MUDA). But it also doesn't mean I can't be a mother, right?. Saya cuma pribadi yang ga munafik, itu aja.

Sebenernya dua paragraf diatas itu gambaran curcol saya menghadapi semua opini yang ada. bisik-bisik, gosip, alaah semuanya deh.  But, it's fine because I don't live in people's opinion. Nah, itu yang harus dicatet: YOU DON'T LIVE IN PEOPLE'S OPINION.

Back to a day before,

April, 29th 2009
3 : 00 pm

Saya tuh lagi seru-serunya maen monopoli dengan suami saya, when suddenly

NYIIIIITT

Eeww. Perut saya sakiiiit bangeettt.
Okay. Fine. Mungkin karena saya belum poop dari pagi. Jadi biarin ajalah.
Lanjut maen monopoli lagii.

(30 menit berlalu)

NYIIIIITT

Gusti Allah, sakiiiittt sesakit sakitnya. Apaan sih ini yaa?
FYI, rasanya tuh kayak masuk angin, mules plus nyeri haid (nah kalo yang satu ini cuma cewe-cewe yang tauk) digabung jadi satu.
Okay. Fine. Mungkin karena saya belum poop dari pagi. Jadi biarin ajalah.

9:00 pm

Okay. ternyata saya ga fine. Tapi saya emang masih belum poop dari pagi kok. Emm.. kayaknya kalimat tadi di-skip aja deh hehehee.
Ternyata proses "nyiiiiitt" itu datang tiap 30 menit sekali dan sekarang semakin cepet : 15 menit sekali.

April 30th 2009
2:00 am

Hiks. Tuhan, sakiiiiittt banget. Ga kuat!
Mungkin karena saya yang bertingkah kayak cacing kena garem, suami saya jadi bangun dari tidurnya. Terus dia nanya,

Mr.R : "Map (FYI, suami manggil saya mamap. please  jangan muntah. Ini rumahtangga saya, suka-suka saya) kamu masih sakit perutnya?"
Saya : "Iya nih Pap, ga kuat sakit banget."
Mr.R : "Mau dianter ke RS sekarang?"
Saya : Gausa, tunggu pagi aja. Kasian kamunya. Tidur dulu gih."
Mr.R : "Bener gapapa?"
Saya : "Iya. Masih bisa ditahan sih nyantai aja."
Mr.R : "Yauda, aku tidur nih ya. Kalo ada apa-apa, bangunin aku loh."
Saya : "Siaapp."

6:00 am

Setelah melewati puluhan "nyiiiiitt", pagi datang, saya pun masih bertahan -Thanks God. Yang saya pikirin pertama kali hari ini saya mau masak apa buat suami saya. Ya sodara-sodara, itu penting buat saya. Catet.
Ga perlu nunggu lama sampai tukang sayur langganan pun lewat. Langsung aja tuh saya cegat tukang sayur kayak preman lagi bokek, hahahaa. Rencananya hari ini saya mau bikin capcay aja, yang gampng-gampang. Jadi saya langsung nego si tukang sayur ketika tiba-tiba

NYIIIIITT   

Gustiiiiii, sakiiiiiiiiit bgtbgtbgt sampe saya ga bisa jalan (I Swear). Si tukang sayur juga nunjukkin empatinya:

TS : "Neng, aya naon?"
S : "(Sambil jongkok) Sakit Pak, hehehe."
TS : "Eh si eneng, paur bisi lahiran. Sok atuh kalebet heula neng, Ieu sayurna ku abi weh dianter kalebet."
S : "Oh iya Pak, makasih."

(Dan saya pun masuk dengan disambut suami yang khawatir liat saya jalan jongkok. Mungkin susah BAB kali dia pikir)

Mr.R : "Map, udah langsung ke RSIA (Rumah Sakit Ibu & Anak) aja deh."
S : "Tapi entar gimana sayurnya?"
Mr.R : "(Mikir kali gua bego amat) Udah tinggalin, sekarang tuh kamu yang penting, bukan sayur."

Ya singkat cerita pagi itu saya dan suami langsung ke RSIA naek motor. Catet lagi. NAEK MOTOR.
Selama perjalanan, saya masih sempet cekikikan dengan suami saya, ngobrol gitu ngalor-ngidul.
Sesampainya di RSIA, saya beneran udah ga kuat jalan. Sakiiitt banget pengen nangis. Suster yang di dalem, ngeliat saya terus dia langsung datengin saya.

Sus : "Neng, kuat jalan ga?"
S : "(Ni suster buta kalik) Ngga, Sus."
Sus : "Saya ambilin kursi roda ya. Tungguin."

Dan dalam sekejap saya pun sudah terduduk di kursi roda. Didorong-dorong dengan riweuh, ripuh oleh sekitar 4-5 orang suster menuju suatu ruang terpencil di RSIA itu. Spoookkyyyy...

Pas nyampe, saya dipapah naek ke kasur pasien yang keras, ga ada empuk-empuknya. Saya perhatiin tu ruangan percis kayak ruang operasi. Peralatan horo macam suntikan, gunting dan sebagainya uda jadi semacem dekorasi di situ. oh Tuhan, saya takut.
Ga lama, salah satu suster datang dan ngecek saya. Terus dengan serta-merta dia bilang saya sudah siap mau ngelahirin.
Oke. Ngelahirin kan?
APAAAA????? NGELAHIRINNN??
For good sake, saya belum siap Sus!
Pengen tereak-tereak ngejerit biar ada yang bawa saya kabur keluar. Suami saya, misalnya?

Tapi saya pikir-pikir kabur juga tetep aja saya harus ngelahirin. Masa iya mau brojol di jalan pas lagi lari-lari? kan ga lucu juga. Jadi saya putuskan untuk tarik nafas dalem-dalem dan nrima kenyataan: saya sudah mau lahiran. OKE.
Suami saya adalah pria terbaik dalam hidup saya, even my dad can't compare. Dia terus nungguin saya di ruang horor itu, pegang tangan saya dan menceritakan hal-hal lucu biar saya ketawa.

"Endorfin adalah zat penekan rasa sakit yang dikeluarkan oleh otak apabila saraf tertentu dirangsang (Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Deskripsi.com)"

Ya, ketawa itu bisa menstimulasi endorfin. Jadi bayangan-bayangan kengerian saat melahirkan sirna deh.
Tapi hanya untuk sesaat.
Di tiap jam berikutnya, "nyiiiiitt" itu makin menjadi. Semakin cepat, intens dan luar biasa sakit. Punggung sakit luarbiasa, kayak kebakar di dalem dan diinjek sama jin yang segede tugu monas.

Makin sakit, makin menggila. Saya tahan sebisa saya saat sakit itu datang. Menahan sakit sampe kepala dan seluruh badan bergetar dahsyat. Keringet dingin ngucur sampe saya berasa mandi keringet. So painful, so scared.

Detik terus berlalu tanpa suami saya melepas tangan saya. Cakar, pukul, cubit sampe maki, semua udah saya layangkan buat dia. But still, he's the most patient man ever. Dia terima semua cakaran, pukulan, cubitan dna makian saya dengan canda dan senyuman. He is perfect.
Dokter pun datang dan menyatakn:

"IT'S TIME, MA'AM"

It's time.
It's time.
It's time.
It's time.
Okay, don't be panic. I can get through this. yes, I CAN.
dan
12:00 PM

LAHIRLAH PUTRA PERTAMA SAYA TERCINTA,
EIRIK DANIEL RANTI
BERAT 2500 GRAM
TINGGI 47 CENTIMETER

Ga perlulah ya saya ceritakan detail lahiran itu sendiri. Meskipun dengan menyesal saya harus bilang untuk para wanita: ya, saya "digunting" dan "dijahit". Tapi jangan takut, saya jamin itu ga sebanding dengan kebahagiaan ketika kita sudah jadi IBU. Kalimat pujian untuk Tuhan akan terus mengalir seiring dengan airmata bahagia.
SUPER LEGAAAAA.
Itu rasanya, serius.
Disini saya belajar juga satu hal:

"Waktu itu kejam. Dia gakkan nunggu sampe kamu siap. Jadi kamu lah yang seharusnya mengejar waktu"

Ya iyalah. Masa saya mau ngomong ke jabang bayi saya, "Please, Dear. Mommy belum siap. Bisa kamu nunggu 3 bulan lagi?".
Who Am I?
I'm The Mother :)

 


  

Thursday, June 28, 2012

Persona ; The Prologue

Saya berpikir ikutan bikin blog karena merasakan betapa menariknya membaca blog orang.

Apakah saya seorang mainstream-ist? No, I AM NOT.

Saya cuma berpikir alangkah sia-sianya membiarkan hari-hari saya -yang saya rasa berwarna- hanya menjadi cerita lalu. And as I find reading people's blog are interesting, I conclude that it will be similar for other people. So, dengan tujuan ingin menyenangkan orang, saya buat blog ini (really? Is that your true motive? Doubt it)

Saya mungkin hanyalah butiran debu di luasnya dunia keren ini. Tapi somehow, saya merasa hidup saya tidak biasa dan saya ngga sepenuhnya "butiran debu" juga. Saya rasa kisah hidup saya mungkin menarik bagi oranglain, hahahaa (narcism? Yeah!)

End.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Tuesday, June 26, 2012

The Introduction

Personapersonaa.
Kenapa harus nama  itu yang dipakai? karena nama persona sudah digunakan. Very simple.

What is persona?
persona itu bisa kita sebut saja sebagai 'topeng sosial'. Sederhananya, persona adalah kepribadian yang ingin kita citrakan saat bersosialisasi. Or for details, you can just browse on wikipedia.com :-)
Terlepas dari baik ataupun buruknya konsep persona ini, saya menggunakan nama persona sbg suatu statement seperti apa saya ingin dilihat oleh pembaca melalui blog saya. That's all :-) 

Oke. Mari untuk selanjutnya tidak usah terlalu formal karena itulah persona yang ingin saya citrakan.